Kamis, 22 November 2012

PERISTIWA-PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA


   1. Berita Kekalahan Jepang dalam Asia-Pasifik



       Memasuki tahun 1945 kedudukan Jepang terus terdesak oleh tentara sekutu di dalam Perang Asia Timur Raya (Perang Asia-Pasifik). Satu per satu daerah kekuasaan Jepang Jatuh ke Tangan tentara Amerika Serikat. Bahkan, Pada pertengahan tahun 1945 Jepang benar-benar tidak mampu lagi memberikan perlawanan. Keadaan itu membuat Jepang tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 tentara Amerika menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima. Menyusul tanggal 9 Agustus 1945 Tentara Amerika Serikat membom Kota Nagasaki. Akibatnya, ke dua Kota penting Jepang hancur.
       Jepang pun lumpuh dan tidak berkutik. Akhirnya, pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Namun, upacara penyerahan secara resmi baru akan dilaksanakan pada tanggal 2 September 1945. Penyerangan itu dilakukan de kapal perang USS Missouri milik Amerika Serikat yang sedang merapat di teluk Tokyo.
       Peristiwa penyerahan tanggal 4 Agustus 1945 itu dirahasiakan oleh Jepang. Hal itu dimaksudkan agar orang-orang di daerah pendudukan termasuk Indonesia tidak mengetahui peristiwa tersebut.

2. Kegiatan para Pemuda setelah Jepang Menyerah

       Para pemuda sepakat untuk menemui Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta. Mereka mendesak agar kedua tokoh itu mau menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, Bung Karno dan Bung Hatta tidak bersedia memenuhi tuntutan para Pemuda tersebut. Kedua tokoh itu berpendapat bahwa masalah proklamasi harus di bicarakan dengan anggota PPKI. Pandangan Bung Karno dan Bung Hatta yang semacam itu ditolak oleh para Pemuda.
       Tokoh-tokoh Pemuda menginginkan agar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak dilakukan PKI. Menurut para pandangan Pemuda PPKI adalah lembaga pembentukan Jepang. Oleh karena itu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus di lakukan oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia bukan oleh PPKI. .
       Mereka gagal mendesak Bung karno dan Bung Hatta untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia. Para pemuda kembali berkumpul di jalan Cikini Nomor 71 untuk membahas langkah-langkah berikutnya.  Pertemuan dilaksanakan pada hari Rabu sekitar pukul 9 sampai 10 malam tanggal 15 Agustus 1945. Beberapa tokoh pemuda saat itu, antara lain Sukarni, Singgih, Wikana, Chaerul Saleh, B.M. Diah, Yusuf Kunto, dan Adam Malik.


3. Peristiwa Rengasdengklok
       Para pemuda itu bergerak dengan sigap. Setelah mobil dan beberapa pengawal dari Peta siap, para pemuda segera mendatangi rumah Bung hatta dan Bung Karno. Wikana dan Darwis diserahi tugas menjemput Bung Karno dan Bung Hatta.  Kamis, 16 Agustus 1945 rombongan para Pemuda yang telah membawa I.R Soekarno dan Drs. Moh. Hatta bergerak kea rah timur, yaitu ke Rengasdengklok.
       Rengasdengklok adalah kota kecamatan yang terletak di sebelah utara Karawang. Daerah rengasdengklok ini kebetulan sudah di kuasai oleh pasukan Peta di bawah pimpinan Shudanco Singgih. Oleh karena itu, keamanan di Rengasdengklok lebih terjamin.
       Kamis, 16 Agustus 1945, Rombongan IR. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sampai di Rengasdengklok. Rombongan kemudian di terima oleh Shudanco Subeno. Maka ditempatkan di rumah milik Djiaw Kie Song di Desa Rengasdengklok, tidak jau dari sungai Citarum.
       Di Rengasdengklok Bung Karno dan Bung Hatta tetap belum bersedia menyatakan kemerdekaan Indonesia hari itu juga. Yusuf Kunto yang berperang sebagai penghubung. Kembali ke Jakarta untuk mengetahui perkembangan situasi. Ternyata situasi di Jakarta sedang menghangat. Tanggal 16 Agustus 1945 PPKI akan bersidang, tetapi Bung Karno dan Bung Hatta dan wakil ketua PPKI tidak ada di tempat. Ahmad Subarjo berusaha mencari dan bertemu Yusuf Kunto. Ahmad Subarjo bersama Yusuf Kunto pergi ke Rengasdengklok untuk menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta beserta rombonganya.
       Ahmad Subarjo mendesak para pemuda agar membantu Sukarno – Hatta kembali ke Jakarta.ahmad Subarjo kemudian memberikan jaminan kepada para pemuda. Beliau menyatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan di laksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 kalau Bung Karno dan Bung Hatta dapat kembali pada saat itu juga. Ahmad Subaro mengatakan, kalau sampai pukul 12.00 tanggal 17 Agustus 1945, proklamasi itu belum juga terjadi, nyawanya akan menjadi jaminan. Akhirnya Ir. Soekarno dan Drs. Muh. Hatta beserta rombongan kembali ke Jakarta.




4. Perumusan Teks Proklamasi
       Malam hari pukil 23.00 tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta beserta rombongan tiba di Jakarta. Setelah mengantarkan Ibu fatmawati dan Guntur, Bung Karno dan kawan-kawan pergi ke rumah Laksamana Maeda. Di rumah Maeda ini mereka mengumpulkan anggota PPKI dan tokoh-tokoh pergerakan serta para pemuda.
       Sebelum mengadakan pertemuan di rumah Laksamana Maeda, Soekarno dan muh. Hatta sebelumnya pergi menemui pemimpin tentara Jepang, Mayor Jendral Nashimura untuk menyatakan pendapat dan sikapnya tentang Proklamasi kemerdekaan Indonesia.
       Nashimura mengatakan tidak bertanggung jawab dan menyerahkan kepada Soekarno dan Moh. Hatta. Mengetahui sikap pemimpin Jepang, mereka segera mengadakan pertemuan. Soekarno, moh. Hatta, dan Ahmad Subarjo kemudian masuk di sebuah ruangan (ruang makan keluarga maeda) yang di ikuti Sukarni, Sayuti Malik, dan B.M. Diah.
       Di ruang makan keluarga Maeda itulah, Ir. Soekarno, DrS. Moh. Hatta, dan Ahmad Soebarjo merumuskan teks Proklamasi. Perumusan itu di saksikan oleh Sukarni, Sayuti Melik, B.M. Diah. Setelah semuanya sepakat, konsep teks Proklamasib itu deserahkan kepada Sayuti Malik untuk di ketik. Teks Proklamasi hasil ketikan Sayuti Melik inilah yang dikenal dengan teks proklamasi yang autetik (resmi).


      
5. Pelaksanaan Proklamasi kemerdekaan Indonesia
       Sejak pagi hari, halaman Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur No.56 sudah sangat sibuk. Suwiryo selaku Wakil Wali Kota Jakarta tampak sibuk. Suhud, seorang anggota Barisan Pelopor ditugasi untuk mencari tiang bendera dan menyiapkan bendera Merah Putih. Untuk tiang bendera menggunakan sebatang bamboo., sedangkan bendera Merah – Putih di beroleh dari Ibu Fatmawati yang di jahit sendiri olehnya.
       Pukul 10.00 acara di mulai. Acara dibuka dengan pdato Ir. Soekarno sebagai penghantar. Selanjutnya, Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi yang telah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Muh. Hatta. Adapun bunyi teks proklamasi itu adalah sebagai berikut:

PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain,
Di selenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno – Hatta

       Setelah pembacaan proklamasi, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih. Pengibaran bendera Merah Putih ini dilakukan oleh seorang mantan komandan Peta, Latif Hendraningrat dibantu oleh S. Suhud. Tanpa di komando, bersamaan dengan naiknya bendera Merah Putih itu para hadirin mengumandangkan lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh W.R. Supratman.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar